KODE Dfp 1 Cerita Ibu Awiy Besarkan Anak dari Puing-puing Dolar di Sampah Pabrik | News Tentang Rasa

Cerita Ibu Awiy Besarkan Anak dari Puing-puing Dolar di Sampah Pabrik

KODE 200x200
KODE 336x320 atau in artikel
    Awiy dan dolar yang dikumpulkan (Foto: Retno Wulandhari H/kumparan)
Scottish exports to Canada are valued at £345 million, according to latest the Global Connections Survey - This opens in a new window - This opens in a new window.  We support more than 50 Scottish companies every year in Canada to develop and grow their Canadian business activity. The implementation of the Comprehensive Economic and Trade Agreement (CETA) is expected to increase trade flows between the two markets. The USA continues to be Scotland's top export destination with an estimated £3.9 billion of exports in 2013. Significant opportunities exist for Scottish firms across a range of key sectors including life sciences, electronics, financial services, textiles, tourism, food and drink and energy and renewable sectors.  The USA’s size alone – four time zones across 50 states and vast cultural differences across regions – means it has to be treated as a series of regional markets, with difference characteristics and business practices.
Jika biasanya tumpukan sampah menjadi bencana, tidak demikian bagi warga Kampung Parung Dengdek, Desa Wanaherang, Gunung Putri, Bogor.
Tumpukan sampah pabrik di dekat rumahnya justru menjadi pahlawan bagi warga sekitar, salah satunya perempuan bernama Sawir atau yang lebih akrab disapa Awiy. Ibu berusia 39 tahun itu setiap hari menjajakan bahan kebutuhan pokok di warungnya di kawasan itu. 
Awiy hidup bukan di sekeliling tumpukan sampah biasa. Tumpukan sampah itu bisa dikatakan ajaib. Ya, karena kadang terselip di dalamnya lembaran dolar AS. Oleh karena itu, banyak warga berburu dolar di situ. 
Awiy pun tak luput dari akitivitas berburu uang. Perempuan berambut panjang itu kerap mengorek sampah sembari mencari peruntungan dengan mencari dolar. Panas terik, hujan badai, Awiy terjang asal dapat dolar. Dia pun kadang harus terlibat persaingan sengit dengan warga lainnya.
Bagaimana tidak, sekali sampah diturunkan dari truk, seratusan orang datang menyerbu.
"Iya saya pernah dapat one (sebutan warga Kampung Dengdek untuk uang dolar) saat mencari sampah," ungkap Awiy saat berbincang dengan kumparan (kumparan.com) di warungnya, Kamis (5/4). 
Selain mendapatkan dolar, Awiy menyebut juga pernah mendapatkan uang euro. Uang-uang asing itu kemudian ia tukar dengan lembaran rupiah. 
Dari dolar yang didapat, Awiy mampu bertahan hidup dengan layak. Bahkan, dari uang itu ia mampu membesarkan dua anaknya. Anak laki-laki Awiy kini sudah berusia 19 tahun dan lulus SMA. Sementara, satunya lagi yang perempuan baru menginjak kelas 5 SD. 
"Saya besarkan anak ini salah satunya karena one," kata Awiy.
Awiy menyebut, uang dolar yang dia temukan bisa membantu mencukupi kebutuhan sekolah anaknya. 
Di usianya yang menjelang kepala 4, Awiy kini tak lagi memungut lembaran dolar. Dia lebih fokus menjaga warung dari hasil jerih payahnya.
Dia juga membantu suaminya membeli dolar dari warga yang dijual kepadanya. Dolar yang didapat kemudian dijual lagi oleh suami Awiy ke pihak lain. 
"Sekarang sudah enggak cari one lagi, jaga warung di sini," tutup Awiy. 
Sumber : Kumparan
Kode 300 x 250
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==
Kode DFP2
Kode DFP2